Rabu, 04 Mei 2011

Rezeki itu milik siapa?



Selesai sudah.
hari itu aku bayar SPP untuk kuliahku di salah satu bank dekat kampusku.
dan sekarang aku sudah siap memasuki semester 4.
Ya Allah tinggal 2 tahun lagi atau maksimal 3 tahun lagi aku kuliah.
tidak terasa secepat itu.
perasaan baru kemarin aku mengikuti orientasi yang melelahkan.
dan sekarang aku punya adik angkatan.
Ya Allah waktu itu aku bukan siapa siapa.
hanya calon mahasiswa yang tiba tiba diterima di Universitas Indonesia.
jurusan fisika.
entahlah aku selalu tertantang untuk mempelajari lebih lanjut.
tak pernah terbayang dalam pikiran ku untuk kuliah.
uang dari mana?
namun ternyata Allah Maha Kaya.
dan rezeki Allah datang dari arah yang tidak disangka sangka.



Dan sekarang lihat aku.
Setelah menjadi mahasiswa, berjuta keinginan kutorehkan.
Aku memang menganggap masa kuliah adalah masa kita bermetamorfosis.
Saatnya bermetamorfosis.
Seperti tema CAMAR SALAM UI tahun 1430 H.
Yang aku kebetulan sebagai PJ HPD-nya.
Sudahlah tahun ini sangat berat.
Berbagai rencana yang kupupuk sejak aku kuliah.
Telah kumulai tahun lalu.
Mempunyai penghasilan sendiri.
Belajar untuk menjadi penulis.
Bertambah dewasa dalam kepribadian.
Dan sekarang bulan Februari 2009.
Segala kegiatan dan rencana yang sudah dikerjakan tahun lalu tinggal dipertahankan.
Ya pertahankan semangat istiqomah kata saudara saudara ikhwanku.
Tahun 2009.
Aku yang dulu bukan siapa siapa.
Tiba-tiba tahun ini diamanahi ketua himpunan departemen Fisika.
setelah menang dalam pemilihan Desember tahun lalu.
Selain itu aku ditunjuk mengurusi Ikatan Alumni OSIS 58 yang baru dibentuk.
Mengikuti FLP (Forum Lingkar Pena) Depok
dan aku harus mengikuti program pelatihan selama 6 bulan mulai tahun ini.

Pelan-pelan aku menyusuri jalan menuju masjid Ukhuwah Islamiyah.
karena aku ada janji dengan seseorang disana.
Masjid yang penuh sejarah.
Entah sudah berapa organisasi yang telah dideklarasikan disini.
Kabarnya FLP juga dibentuk di Masjid Ukhuwah Islamiyah.

Dalam perjalanan.
Terlihat pemandangan daun-daun berguguran.
Orang-orang yang sedang asyik memancing di danau UI.
Seekor burung kecil mengalihkan penglihatanku.
Ada sesuatu di mulutnya.
Sesuatu berwarna putih.
Ah kupikir mungkin dia sedang mendapatkan rezeki untuk makannya hari ini.
Dan akan dibawa kesarangnya.
Yang mungkin ada beberapa bayi burung yang berkeciap.
Tapi aneh setelah burung tersebut terbang.
Dia seperti secara sengaja menjatuhkan benda di paruhnya ke saluran air.
Yang memang hanya beberapa meter dari tempat ku berpijak.
Yang sudah sejak dari tadi terpaku melihat ulah burung kecil tersebut.
Ah mungkin ia memang tak sengaja kelepasan.
Tapi hatiku penasaran.
Kulangkahkan kakiku dengan perlahan.
Dan apa yang kulihat.
Subhanallah ada beberapa ikan kecil yang sedang mengerubuti benda putih tersebut,
yang ternyata adalah remah roti.
Ya Allah bahkan Engkau menjamin rezeki setiap makhluk-Mu.
Lalu bagaimana mungkin aku berputus asa atas rahmat-Mu.
 
_____________________________________________________________________________
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya,
dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. 
Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)"
QS (HUUD : 6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

This Time for Africa

Gereja Christuskirche saat senja di Windhoek, Namibia If you get down get up, oh oh When you get down get up, eh eh Tsamina mina z...