Selasa, 21 Juni 2016

Belajar menjadi Arjuna


Perkenalkan bocah kecil diatas adalah Arjuna, dia adalah anak dari wanita cantik yang foto disebelahku.
Wanita itu adalah anak dari sepupu dari pihak ayahku sehingga berkedudukan sebagai keponakanku.
Ia salah satu dari beberapa keponakanku dari pihak ayah.
Dan karena Arjuna adalah anaknya, maka ia bagaikan cucu bagiku.
Namun bukan itu yang akan kubahas,
Pagi ini, ibunda Arjuna dimakamkan di pekuburan keluarga.
Bocah 3 tahun itu belum mengerti apa itu kematian, sepanjang malam menjelang pemakaman berulang kali ia menciumi ibunya dan hanya berfikir ibunya sedang tidur barang sejenak.
Maut telah memisahkan ibunda Arjuna untuk selamanya...
Aku menangis, bukan ... bukan karena meratapi almarhumah keponakanku..
Namun aku menangis membayangkan jalan hidup Arjuna...
Dan mungkin aku belum tentu mampu belajar menjadi Arjuna.
Tumbuhlah nak, seperti Arjuna dalam pandawa... tumbuh dalam lindungan keluarga...
Aku, kami, keluargamu menjadi tempat kau tumbuh.
Selamat jalan teh Pipit.
Canda tawa masa kecil berkelebat dalam ingatanku.
Dan panggilan khasmu memanggilku dengan panggilan 'om'
Membuatku tersadar, aku harus mengakselerasi kedewasaanku melebihi umurku.
Allahumagfirlaha warhamha waafiha wafuanha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

This Time for Africa

Gereja Christuskirche saat senja di Windhoek, Namibia If you get down get up, oh oh When you get down get up, eh eh Tsamina mina z...