Rabu, 15 Mei 2013

Annihilasi

Annihilation is defined as "total destruction" or "complete obliteration" of an object, having its root in the Latin nihil (nothing). A literal translation is "to make into nothing".

Binder tua lusuh, tergeletak di lemari. Tampak banyak simbol sedikit kalimat. Halaman polos putih penuh angka sedikit kata. Diantara sedikit kata terselip satu kata dari catatan kuliah fisika. Sederhana, sebuah kata bertulis annihilasi, merupakan catatan kaki sebuah istilah dari perhitungan panjang operator penurunan tingkat energi. Proses menghilangnya suatu positron merupakan hal yang menarik untuk ditelaah. Positron berpadu dengan sebuah elektron mengakibatkan kedua partikel tersebut ter-annihilasi yang kemudian diikuti dengan munculnya dua sinar gamma. Peristiwa ini dikenal dengan nama annihilasi.


Qoluu yaa abaa naa maa laka laa ta'mannaa a'laa yuusufa wa innaa lahu lanaasihun. Arsilhu ma a'naa ghoday yarta' wa yal'ab wainnaa lahu lahaafizhun. 

Mereka berkata, "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya."
(Q.S. Yusuf [12] : 11-12)

Ayat yang menceritakan tentang kisah nabi Yusuf alaihissalam di sepenggal episodenya, tentang saudaranya yang membujuk sang ayah Nabi Yakub alaihissalam agar mengizinkan mereka membawa yusuf. Kita mengetahui kedengkian saudara - saudara Yusuf terhadap Yusuf, sampai - sampai mereka mewujudkan kedengkian mereka dengan berencana melenyapkan Yusuf dari pandangan ayah mereka.
Kata - kata bujukan mereka terhadap ayahnya terekam di ayat tersebut, namun hal yang membuat istimewa dari ayat tersebut adalah Allah tidak hanya merekam kata - kata mereka tapi gerak mulut mereka yang mengisyaratkan bedanya ucapan dengan niat dalam hati. Karena hanya di ayat tersebut ada hukum bacaan isymam. Hukum isymam mewajibkan kita ketika membaca ayat tersebut dan ketika sampai di lafazh La ta'manna maka kita wajib memajukan bibir kita sehingga seolah olah yang kita ucapkan adalah La ta'mannunna tapi huruf yang keluar adalah La ta'manna. Sebegitu hebatnya efek mendengki, hingga Allah merekam percakapannya dalam kitab suci. Tak luput kata , bahkan hingga mimik cara bicara. Menjadikannya ayatul gharib yang diantara enam ribuan ayat, hanya ayat tersebut yang memiliki hukum bacaan berbeda. Dengki  adalah masalah hati. Mari kita bersihkan hati setiap selesai hari. Hingga nanti kita mencapai derajat sahabat Rasul yang dikabarkan surga meski ia masih menjejak bumi. Salah satu pintu menjejak surga yang mungkin terlupa. Karena kedengkian dengan kebaikan akan saling meng-annihilasi.

  _____________________________________
"Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar." (HR Abu Daud).

2 komentar:

This Time for Africa

Gereja Christuskirche saat senja di Windhoek, Namibia If you get down get up, oh oh When you get down get up, eh eh Tsamina mina z...