Dalam hidup, kita sering berbicara tentang harga. Harga barang, harga jasa, harga yang harus dibayar untuk sebuah kenyamanan. Namun ada satu jenis harga yang jarang kita sadari, padahal selalu kita bayarkan setiap hari: biaya peluang.
Dalam ilmu ekonomi, biaya peluang (opportunity cost) adalah nilai dari pilihan terbaik yang kita lepaskan ketika kita memilih sesuatu. Sederhana, tetapi maknanya dalam.
Ketika seseorang memilih bekerja lembur, ia mendapatkan tambahan penghasilan. Namun pada saat yang sama, ia melepaskan waktu bersama keluarga. Waktu itulah biaya peluangnya. Ketika kita memilih menghabiskan satu jam untuk hiburan, kita melepaskan satu jam untuk belajar, beristirahat, atau beribadah. Hingga kita sadar, waktu adalah komoditas paling mahal secara universal.
Setiap pilihan selalu mengandung pengorbanan. Masalahnya, biaya peluang tidak akan hilang. Di struk belanja ia menghilang. Di laporan keuangan ia tak berbilang. Tetapi ia nyata dalam rawang . Dan yang paling mahal dari semua itu adalah waktu.
Waktu adalah sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Uang bisa dicari namun waktu takkan kembali. Kesempatan kadang bisa datang dua kali. Tetapi satu detik yang berlalu, hilang dalam kelabu. Maka sebenarnya, setiap detik adalah transaksi. Kita menukar waktu dengan sesuatu. Pertanyaannya hanya satu: apakah yang kita dapat lebih bernilai daripada yang kita abai?
Ah, akhirnya kumengerti surat ini.
Wal ‘ashr. Innal insaana lafii khusr.
"Demi masa.
Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian."
Allah bersumpah dengan masa, yang berkait dengan waktu dan usia. Seakan-akan Allah sedang menarik perhatian, kepada modal utama kehidupan. Lalu Allah menyatakan bahwa manusia berada dalam kerugian.
Kerugian seperti apa?
Jika kita melihatnya dari kacamata biaya peluang, kerugian itu terjadi ketika waktu yang begitu berharga, ditukar dengan sesuatu yang nilainya tiada berguna. Ketika yang kekal ditukar dengan yang temporal. Ketika yang bermakna diganti dengan yang sia-sia.
Setiap hari manusia menggunakan waktunya. Setiap hari manusia memilih jalan. Dan dalam setiap pilihan, ada nilai yang dilepaskan.
Biaya peluang terbesar dalam hidup bukanlah uang yang telah hilang, melainkan waktu yang yang pergi dan tak kembali.
Pada akhirnya, hidup adalah rangkaian pilihan. Karena esok adalah misteri dan hari ini adalah akumulasi mimpi-mimpi.
Waktu kian usai, entah kita sadar atau lalai. Maka berbahagialah mereka yang mampu menjadikan setiap detiknya bernilai. Karena pada akhirnya, yang tersisa dari hidup ini bukanlah berapa lama usia kita, tetapi untuk apa waktu yang kita guna.
____________________________
Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari.
Jika satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu telah pergi.
- Hasan Al Basri-